Begitu
sulit menemukan makna hidup sebenarnya, tapi
Bagi setiap orang, makna hidup mempunyai arti yang berbeda-beda.
Ketidak-jelasan kalimat tersebut sangat berkaitan dengan pertanyaan
Apakah arti hidup? Apa tujuan hidup?. Dalam hidup, orang banyak mengejar
cita-cita, menganggap bahwa itulah tujuan hidup mereka, mereka beranggapan
bahwa mereka akan mendapatkan makna. Beberapa cita-cita itu termasuk:
kesuksesan bisnis, kekayaan, seks, hiburan, berbuat baik kepada orang lain,
dll. Orang-orang berangan-angan bahwa saat mereka mencapai cita-cita mereka,
mereka akan mendapat kekayaan, relasi dan kesenangan. Tapi tidak jarang yang
merasakan di dalam diri mereka ada kekosongan yang dalam, perasaan kosong
yang tidak dapat dipenuhi oleh apapun.
Dalam
sebuah roman karya kahlil gibran, ada seoarang raja menjelaskan perasaannya
tentang apa yang ia rasakan dalam hidupnya. dia mengatakan, “Kesia-siaan
belaka, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.” Dalam roman
tersebut dijelaskan alasan apa yang membuat sang raja mengeluarkan kalimat
seperti itu. Padahal ia memiliki kekayaan yang tak terkira, hikmat
kebijaksanaan yang melampaui orang-orang pada zamannya maupun zaman sekarang,
dia memiliki ratusan wanita, istana dan taman yang menjadikan kerajaan-kerajaan
lain cemburu, makanan dan anggur terbaik, dan segala bentuk hiburan. Satu saat
dia berkata, segala yang diinginkan hatinya dikejarnya. Dan sang raja-pun
melanjutkan kalimatnya “ hidup ini kurasakan sangat hampa, sampai-sampai aku
tidak tahu kata-kata apa yang tepat untuk mengungkapkan apa yang aku rasakan
sekarang.
Tidak ada kepedihan, tidak ada kesengsaraan yang membaur dalam hidupku. Hanya rasa senang yang lama-kelamaan terasa membosankan”. Dari cerita itu bisa di tarik kesimpulan bahwa hidup akan bermakna kalau seseorang merasakan bahwa hidupnya ada dalam sebuah dimensi yang tidak monotom.
Tidak ada kepedihan, tidak ada kesengsaraan yang membaur dalam hidupku. Hanya rasa senang yang lama-kelamaan terasa membosankan”. Dari cerita itu bisa di tarik kesimpulan bahwa hidup akan bermakna kalau seseorang merasakan bahwa hidupnya ada dalam sebuah dimensi yang tidak monotom.
Lain
lagi dengan ratu inggris = Ratu Elisabeth I (1558 – 1603) sebelum menghembuskan
nafas terakhirnya (meninggal dunia), ia mengatakan “Saya rela dan ikhlas
untuk memberikan seluruh harta kekayaan yang saya miliki, apabila saya bisa
memperpanjang masa hidup ini hanya untuk beberapa saat lagi.” Tetapi pada
kenyataannya itu tidak mungkin. Dari pernyataan itu dapat disimpulkan bahwa
hidup akan sangat bermakna ketika orang itu mengalami kepedihan atau
kesengsaraan atau melihat gambaran tentang perpisahannya dengan kehidupan
(hidupnya akan berakhir).
Tapi
banyak juga yang orang mengumbar waktu dan masa hidupnya hanya untuk hal-hal
yang tidak ada artinya, karena belum bisa merasakan betapa berharganya hidup
ini, Hal ini sama juga dengan kesehatan, kita merusak tubuh kita dengan
merokok, minum alkohol, makan pil extacy, karena kita menganggap diri kita ini
orang yang kuat, yang tidak akan pernah bisa sakit, dan kebal akan segala macam
gangguan badani, tetapi kenyataannya akan tiba nanti saatnya dimana kita nanti
akan dituntut untuk membayar semua ini dengan kehancuran badan dan penderitaan
sakit yang tiada taranya. Karena harus menerima hasil dari apa yang sudah kita
lakukan.
Agama
diperlukan manusia adalah terutama untuk kehidupan setelah kematian. Bila kita
tidak percaya adanya kehidupan setelah kematian, maka hidup ini menjadi
"meaningless". Tentu keadaan ini tidak sama dengan dunia kita
sekarang. Sehingga saya berpendapat bahwa suatu saat nanti, akan ada dunia
baru. Agama sebagai sistem keyakinan menyediakan konsep tentang hakikat dan
makna hidup, tetapi makna hidup tidak terdapat pada lampiran luarnya, atau
bentuk lahiriah Keagamaan. Ia berada di baliknya. Karena itu harus
''ditembus'',batas-batas luar harus ''diseberangi''. Kemampuan melampaui
segi-segi itu akan berdampak pada tumbuhnya sikap-sikap religius individu
maupun masyarakat yang lebih sejalan dengan makna dan maksud hakiki ajaran
agama.
Makna
hidup seseorang itu ditentukan oleh hubungannya dengan orang lain. Orang lain
memberi makna bagi hidup
kita, pada dasarnya semua orang mempunyai prinsip hidup yang sama yaitu;
bersedia menerima kehadiran orang-orang yang memberi makna bagi kehidupannya.
Rupanya tidak terlalu sulit untuk menjadikan hidup ini menjadi bermakna,
hidup tanpa menjadi orang lain, Menerima kekurang kekurangan diri
sendiri. Dan berfokus untuk mengoptimalkan kelebihan-kelebihan diri. Dengan
begitu, hidup akan lebih mempunyai makna. semakin hari semakin mencintai diri
sendiri, dalam sebuah penerimaan yang tulus. Maka disaat itulah makna hidup akan terasa.
Malang-2008

Komentar
Posting Komentar